Roti yang Berjamur
Roti yang Berjamur “Ini permen agar tidak mengantuk,” kata-kata Acong itu membuat saya naik darah. Dia pria yang polos tapi pelit. Dia selalu menyimpan banyak roti dari Pepito di dalam lokernya dan memberikan kami satu permen. Padahal kami selalu menyumbangkan makanan yang enak di kelompok. Seminari Roh Kudus Tuka tempat saya didik menjadi seorang pastor benyak terdapat keunikan. Salah satunya yang kutemukan ada dalam diri Acong. Acong adalah pria kulit putih, pipi tembam, perut buncit, mata sipit dan alis tipis. Cara berjalannya seperti model papan atas. Dia selalu membawa dompet hitam yang isinya Rp 2.000. Tapi sebenarnya, dia menyisipkan banyak lembaran Rp 100.000 di kantong kecil dompetnya. Di asrama Seminari Roh Kudus Tuka, pada minggu ke empat dalam bulan, kami biasanya diizinkan un...